Sunday, 28 February 2016

Farmakoterapi Penyakit Parkinson

Farmakoterapi Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah salah satu gangguan neurologis yang paling umum, mempengaruhi sekitar 1% dari individu-individu yang berusia lebih dari 60 tahun dan menyebabkan cacat progresif yang dapat diperlambat, tetapi tidak berhenti, dengan pengobatan. Penyakit Parkinson ditandai dengan hilangnya neuron berpigmen dopaminergik dari substansia nigra pars compacta dan kehadiran badan Lewy dan Lewy neurites.

Gejala Penyakit Parkinson 
Gejala klinis awal penyakit Parkinson meliputi:
  1. Tremor 
  2. Penurunan ketangkasan secara halus 
  3. Penurunan ayunan lengan di sisi pertama yang terlibat 
  4. Penurunan ekspresi wajah 
  5. Gangguan tidur 
  6. Gangguan perilaku gerakan mata cepat (REM) 
  7. Penurunan indera penciuman 
  8. Gejala disfungsi otonom (misalnya, sembelit, kelainan berkeringat, disfungsi seksual, seborrheic dermatitis) 
  9. Perasaan kelemahan umum, malaise 
  10. Depresi atau anhedonia 
  11. Kelambatan dalam berpikir 
Diagnosis Penyakit Parkinson 
Penyakit Parkinson diamati secara klinis. Biomarker laboratorium tidak ada untuk kondisi ini, seringkali temuan pada scan MRI rutin dan DSA tidak menunjukkan adanya kelainan. Diagnosa penyakit Parkinson memerlukan kehadiran 2 dari tanda-tanda berikut ini:
  1. Resting tremor 
  2. Kekakuan 
  3. Bradykinesia 
Patofisiologi Penyakit Parkinson 
Terdapat dua temuan-temuan utama neuropatologis dalam penyakit Parkinson:
  1. Hilangnya neuron berpigmen dopaminergik dari substansia nigra pars compacta 
  2. Kehadiran badan Lewy dan Lewy neurites 
Hilangnya neuron dopamin terjadi paling mencolok di substansia nigra lateralis ventral. Sekitar 60-80% dari dopaminergik neuron hilang sebelum muncul tanda-tanda motor penyakit Parkinson. 
Beberapa individu yang dianggap normal secara neurologis pada saat kematian ternyata ditemukan memiliki badan Lewy pada pemeriksaan autopsi. Badan Lewy ini telah dihipotesiskan mewakili tahap presymptomatik penyakit Parkinson. Prevalensi insidental badan Lewy meningkat dengan usia. Dicatat bahwa badan Lewy tidak spesifik untuk penyakit Parkinson, seperti yang ditemukan dalam beberapa kasus parkinsonisme atipikal, penyakit Hallervorden-Spatz dan gangguan lainnya. Meskipun demikian, badan Lewy adalah temuan patologi khas penyakit Parkinson.

Etiologi
Walaupun etiologi dari penyakit Parkinson masih belum jelas, kebanyakan kasus dihipotesiskan karena kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Saat ini diketahui penyebab genetik penyakit Parkinson terjadi pada sekitar 10% kasus.

Penyebab lingkungan 
Faktor-faktor risiko lingkungan yang sering dikaitkan dengan perkembangan penyakit Parkinson mencakup penggunaan pestisida, tinggal di lingkungan pedesaan, konsumsi air sumur, paparan herbisida, dan dekat dengan tanaman industri atau pertambangan.
Sebanyak 89 penelitian meta analisis menemukan bahwa paparan pestisida dapat meningkatkan risiko penyakit Parkinson sebanyak 80%.
Penelitian yang dilakukan oleh National Health Institute-AARP Diet and Health Study, serta penelitian prospektif meta-analisis, menemukan bahwa asupan kafein yang lebih tinggi terkait dengan resiko yang lebih rendah dari penyakit Parkinson pada pria dan wanita. Sebuah hubungan serupa juga ditemukan untuk rokok dan risiko penyakit Parkinson. Mekanisme biologis yang mendasari hubungan berkebalikan antara kafein atau rokok dan risiko penyakit Parkinson belum dipahami dengan baik.

Gangguan fungsi mitokondria akibat MPTP 
Beberapa individu telah diidentifikasi terkena Parkinsonisme setelah diinjeksi dengan senyawa 1-methyl-4-phenyl-1,2,3,6-tetrahydropyridine (MPTP). Pasien ini mengalami bradykinesia, kekakuan dan tremor, yang berlangsung selama beberapa minggu dan membaik dengan terapi penggantian dopamin. MPTP melintasi penghalang darah – otak dan teroksidasi menjadi senyawa 1-metil-4-phenylpyridinium (MPP +) oleh monoamine oksidase (MAO)-B.
Senyawa MPP + terakumulasi dalam mitokondria dan mengganggu fungsi kompleks rantai pernapasan. Persamaan struktur kimia di antara MPTP, herbisida dan pestisida memungkinkan dugaan bahwa racun lingkungan diduga menjadi penyebab penyakit Parkinson.

Hipotesis oksidasi 
Hipotesis oksidasi menunjukkan bahwa kerusakan akibat radikal bebas, yang dihasilkan dari metabolisme oksidatif dopamin, berperan dalam perkembangan penyakit Parkinson. Mekanisme terjadinya penyakit Parkinson adalah karena metabolisme oksidatif dopamin oleh MAO mengarah pada pembentukan hidrogen peroksida. Biasanya, hidrogen peroksida terurai dengan cepat oleh glutathione, tetapi jika hidrogen peroksida tidak terurai secara memadai, dapat menyebabkan pembentukan bahan radikal hydroxyl reaktif yang dapat bereaksi dengan membran sel lipid menyebabkan peroksidasi lipid dan kerusakan sel. Dalam penyakit Parkinson, kadar glutathione menurun, menunjukkan hilangnya perlindungan terhadap pembentukan radikal. Kadar besi meningkat di substansia nigra dan dapat berfungsi sebagai sumber donor elektron, dengan demikian memacu pembentukan radikal.

Faktor genetik 
Jika faktor genetik penting dalam penyakit tertentu, kesesuaian di genetik identik kembar (MZ) monozygotic akan lebih besar daripada di dizygotic kembar (DZ), yang berbagi hanya sekitar 50% gen.
Namun, faktor-faktor genetik dalam penyakit Parkinson tampaknya sangat penting ketika penyakit dimulai pada atau sebelum usia 50 tahun.

Perubahan konformasi Alpha-synuclein dan agregasi 
Alfa-synuclein adalah komponen utama badan Lewy dan Lewy neurites, yang merupakan temuan patologis khas pada penyakit Parkinson. Mutasi gen SNCA yang dikode Alfa-synuclein, meskipun jarang, menyebabkan penyakit Parkinson autosomal dominan. Namun, studi asosiasi genom-lebar juga telah menunjukkan hubungan antara SNCA dan penyakit Parkinson sporadis.
Alfa-synuclein adalah protein asam amino yang dibentangkan di pH netral. Biasanya, alpha-synuclein ditemukan terutama di terminal presinaps saraf dan mungkin memainkan peran dalam perakitan dan fungsi SNARE, yakni protein yang terlibat dalam pembebasan neurotransmiter.

Tatalaksana Terapi Penyakit Parkinson 
Tujuan tatalaksana medis penyakit Parkinson adalah untuk mengendalikan tanda-tanda dan gejala selama mungkin sambil meminimalkan efek samping. 

Obat untuk Meringankan Gejala Parkinson 
Landasan dari pengobatan simptomatik untuk penyakit Parkinson adalah terapi penggantian dopamin. Obat yang digunakan untuk penyakit Parkinson meliputi:
  1. Levodopa/karbidopa: Standar emas pengobatan simptomatik 
  2. Monoamine oksidase (MAO) – B inhibitor: dapat dipertimbangkan untuk pengobatan awal penyakit 
  3. Agonis dopamin lainnya (misalnya, ropinirole, pramipexole): monoterapi dalam penyakit awal dan terapi ajuvan moderat untuk perkembangan penyakit 
  4. Senyawa antikolinergik (misalnya, trihexyphenidyl, benztropine): obat lini kedua untuk tremor. 
Obat untuk Gejala Nonmotor Penyakit Parkinson 
  1. Sildenafil sitrat: untuk disfungsi ereksi 
  2. Polietilen glikol: untuk sembelit 
  3. Modafinil: untuk mengantuk siang hari 
  4. Methylphenidate: untuk kelelahan (potensi untuk penyalahgunaan dan ketergantungan) 
Deep Brain Stimulation 
Merupakan prosedur bedah pilihan untuk penyakit Parkinson, tidak melibatkan kerusakan jaringan otak, dan bersifat reversibel.

Referensi:
Wirdefeldt K, Adami HO, Cole P, Trichopoulos D, Mandel J. Epidemiology and etiology of Parkinson’s disease: a review of the evidence. Eur J Epidemiol. Jun 2011;26 Suppl 1:S1-58.
Baca selengkapnya
Obat-Obat Penting Yang Harus Anda Ketahui - Part C

Obat-Obat Penting Yang Harus Anda Ketahui - Part C

Semangat pagi sobat Pharmacy World.... Dalam postingan yang kemarin-kemarin saya sudah share sedikit informasi tentang Obat-Obatan Penting Yang Harus Anda Ketahui - Part A dan Obat-Obatan Penting Yang Harus Anda Ketahui - Part B.
Dalam postingan kali ini saya mau share sedikit tentang Obat-Obat Penting Yang Harus Anda Ketahui - Part C.
Sama seperti postingan sebelumnya, file-file yang saya bagikan di sini berformay PDF, dan cara downloadnya juga sama saja, jadi tidak perlu dijelaskan panjang lebar lagi.
Okey, juragan sekalian, langsung saja kita menuju ke TeKaPe....

Okey, juragan sekalian, sekian dulu untuk postingannya kali ini. Silahkan di download dan selamat membaca. Semoga postingan ini bermanfaat.
Salam Luar Biasa.
Baca selengkapnya

Saturday, 27 February 2016

Life Unity Global - GV Token Brilliant Business

Life Unity Global (LUG)-GV Token Singapura. Sebuah sistem bisnis yang dirancang dengan konsep terbaru, merevolusi sistem yang sudah ada selama ini dan dapat dijalankan oleh semua kalangan dengan modal dan risiko kecil tetapi memiliki potensi penghasilan yang tidak dibatasi.

Apa Saja Kelebihan Dari Bisnis LUG GV Token? 
Ada 7 kelebihan dari sistem bisnis LUG GV Token, yaitu :  
  1. E-commerce system (sistem transaksi yang berbasis jaringan internet)  
  2. Keanggotaan yang berlaku selamanya  
  3. Omset terakumulasi dan menunggu  
  4. Tidak ada tutup poin  
  5. Bonus harian dengan potensi penghasilan yang besar  
  6. Network cukup 2 group  
  7. Pasif pun dapat penghasilan dari splitting token
Mengenal GV Group Singapura  
Golden Venture (GV) Group adalah perusahaan yang menjadi perancang program bisnis Life Unity Global atau yang biasa dikenal juga dengan bisnis GV Token. Tentang profil perusahaan, perusahaan ini adalah perusahaan multiindustri yang memproduksi dan meredistribusi produk-produk yang memiliki daya saing di perdagangan Asia dan juga di perdagangan dunia. Beberapa produk yang biasa dikelola oleh perusahaan ini bisa sobat sekalian lihat pada gambat di bawah ini

Bagaimana Cara Menjadi Bagian Dari Program Bisnis LUG? 
Sebenarnya cara untuk menjadi bagian dari program bisnis LUG ini gampang saja. yang sobat sekalian perlu lakukan adalah membeli paket bisnisnya. Lalu apa yang akan sobat sekalian dapatkan dari pembelian paket bisnis ini? 
  1. Produk berkualitas untuk masalah kesehatan yang memiliki nilai jual yang setara dengan kualitasnya. 
  2. Kartu diskon  
  3. Tabungan token  
  4. Hak bisnis  
  5. Support system 
Berikut ini adalah paket-paket bisnis yang disediakan oleh perusahaan, Anda tinggal memilih mau membeli dengan paket yang mana? 

Keuntungan Yang Diberikan Oleh Life Unity Global 
Pada dasarnya Life Unity Global memberikan keuntungan : 
  1. Aktif income dari hasil kerja Anda dalam mengembangkan jaringan bisnis Anda, mulai dari 100 ribu hinggan 70 juta per hari.  
  2. Pasif income yang Anda peroleh dari tabungan token Anda, tanpa harus kelelahan jualan produk, promosi bisnis dan lain sebagainya seperti yang Anda lihat dalam bisnis MLM.
Jadi, bisa dikatakan bahwa dalam bisnis LUG ini, Anda aktif atau pasif, semuanya sama-sama dapat untung.
Bagi Anda yang berkeinginan untuk mengambil bagian dalam bisnis ini, saya sarankan untuk kembangkan jaringan bisnis Anda sambil menunggu waktu untuk panen hasil dari tabungan token Anda. Idealnya seperti ini. Jika ada sistem yang pasif aktifnya sama-sama berpenghasilan, kenapa tidak aktif saja sekalian? Biar sambil jalan-jalan kembangkan jaringan, kita juga sambil menunggu waktu untuk panen hasil dari pasif sistemnya".

Pasif Plan GV Token 
GVToken merupakan mata uang virtual yang diperdagangkan oleh perusahaan GV Group. GVToken kini hadir dengan konsep terbarunya yaitu perpaduan antara bisnis franchise dan network marketing dengan menggunakan sistem e-commerce. 
Untuk bisa menjalankan bisnis ini, maka seperti bisnis-bisnis yang lain, kita harus melakukan registrasi dan tentu saja membutuhkan modal. Di GVToken, modal yang akan diinvestasikan ditentukan sendiri oleh orang yang akan melakukan investasi. Berikut ini adalah paket-paket investasi di GVToken.
Yang kita dapatkan dari investasi ini adalah produk, voucher diskon dan share token (tabungan token).
GVToken memiliki beberapa fase atau tahapan : 
  1. Fase belanja, fase dimana kita melakukan investasi dengan pilihan paket di atas.   
  2. Fase apresiasi, dimana setiap terjual 500.000 lembar token, maka harga token akan naik sebesar 0,01$. Misalnya sekarang harga token 0,03$, maka setelah terjual 500.000 token, maka harga token akan naik menjadi 0,31$.   
  3. Fase splitting, dimana terjadi peningkatan harga token sampai ke harga tertinggi yaitu 0,60$ dan semua token dalam tabungan akan dikalikan 2 dan harga token akan turun ke harga tersendah yaitu 0,30$. Selanjutnya harga token akan bergerak naik terus hingga terjadi split lagi di harga 0,60$ dan token akan dikalikan 2, dan seterusnya.   
  4. Fase alokasi, fase dimana kita melakukan alokasi keuntungan dari hasil split token.   
  5. Fase re-entry, fase dimana 18% hasil alokasi kita sengaja dipotong oleh perusahaan. 18% re-entry inilah yang akan dilakukan untuk pembelian token setelah kita melakukan alokasi keuntungan. Jadi kita tidak perlu melakukan investasi ulang, dan tentu saja 18% dari hasil alokasi ini sudah lebih besar dari jumlah yang kita investasian pada pada awal bergabung. 
Kelima fase tersebut di atas merupakan fase-fase dalam GVToken untuk pasive plan. Artinya, setelah melakukan investasi, member hanya menunggu terjadinya splitting token dan melakukan alokasi keuntungan dari hasil splitting token. Kelima fase tersebut akan kita bahas secara lebih detai lagi. 

Fase belanja 
Fase belanja adalah fase dimana Anda melakukan pembelian token dengan cara melakukan registrasi. Apa yang anda beli?  
  1. Produk  
  2. Voucher discount   
  3. Share token (tabungan token). 
Fase apresiasi 
Platform perusahaan menyediakan 50.000.000 token untuk dibeli oleh anggota GV Token. Setiap terjual 500.000 token, harga token akan naik 0,01 poin. Harga token biasanya bergerak dari titik terendah hingga titik tertinggi ($30 - $60). Jika token yang disediakan oleh platform perusahaan telah habis, maka token dari member yang akan dijual kembali untuk diperjualbelikan oleh sesama member. Jadi token ini akan terus berputar dalam bisnis ini.

Fase splitting token 
Fase splitting token adalah fase dimana harga token mencapai nilai maksimalnya ($60) dan jumlah token dalam akun masing-masing member akan dikalikan 2 secara otomatis. Setelah terjadi splitting token, harga token akan kembali ke harga terendahnya ($30).  

Fase alokasi 
Alokasi keuntungan dari hasil splitting token sudah bisa kita lakukan jika token yang kita miliki telah mengalami split sebanyak 3, 4, 5 atau 7 kali. Kurs (nilai tukar) yang berlaku untuk fase alokasi ini adalah Rp.11.000 / dollar.

Fase re-entry 
Pada saat kita melakukan alokasi keuntungan dari hasil splitting token, ada beberapa bagian yang dipotong oleh perusahaan, yaitu potongan 10 % untuk biaya administrasi, potongan 9% untuk pembelian produk (wajib), dan potongan 18% re-entry. 18% re-entry ini sengaja dipotong oleh perusahaan agar kita tidak melakukan investasi lagi. Jadi nanti pada saat putaran berikutnya (setelah kita melakukan alokasi keuntungan), 18% re-entry inilah yang digunakan untuk pembelian token.

Dari 18% re-entry ini, kita akan melakukan pembelian token untuk putaran kedua, dan seperti biasanya, harga token akan bergerak dari terendah sampai tertinggi (0,30$ - 0,60$) hingga terjadi split. Selanjutnya akan dilakukan alokasi keuntungan seperti biasa.
Fase re-entry, splitting token dan alokasi keuntungan ini akan berkelanjutan tanpa kita melakukan investasi berulang.

Aktif Plan GV Token 
Bagi Anda yang aktif mengembangkan jaringan bisnis Anda lewat jalur sponsorisasi (refferal program), perusahaan menyediakan beberapa bonus untuk Anda, yaitu : 
  1. Bonus sponsor  
  2. Bonus pasangan (pairing)  
  3. Bonus matching
Detail dari ketiga jenis bonus aktif ini akan saya bahas dengan gambarnya 
Bonus Sponsor 
Bonus sponsor adalah bonus yang Anda dapatkan ketika Anda mensponsori orang untuk bergabung dalam program ini. Anda bebas mensponsori orang, sebanyak yang Anda bisa. Besarnya bonus sponsor adalah 10% dari total nilai investasi orang yang Anda sponsori. 

Bonus Pasangan/Pairing 
Bonus pasangan adalah bonus yang Anda dapatkan jika di dalam jaringan bisnis Anda terjadi pasangan. Besarnya bonus pasangan ini adalah 10% dari nilai investasi terkecil. 

Bonus Matching 
Bonus Matching adalah bonus yang Anda dapatkan jika orang yang berada dibawah Anda mendapatkan bonus pasangan. Besarnya bonus matching ditentukan oleh bonus pasangan yang terjadi pada generasi dalam bisnis Anda.

Sedikit Nasihat Dari Saya “Jika Anda sudah memahami 40% dari konsep bisnis ini, itu sudah cukup untuk memulainya”. Raihlah impianmu bersama Life Unity Global – GV Token Brilliant Business of Singapore.
Salam Luar Biasa
Baca selengkapnya
Serangan Jantung dan Penanganannya

Serangan Jantung dan Penanganannya

Pengertian Serangan Jantung 
Serangan jantung, secara medis disebut infark miokard, adalah kondisi di mana pasokan darah menuju ke jantung terhambat. Ini adalah kondisi medis darurat yang biasanya disebabkan oleh penggumpalan darah atau penumpukan lemak, kolesterol, dan unsur lainnya. Gangguan aliran darah ke jantung ini bisa merusak atau menghancurkan otot jantung dan bisa berakibat fatal.
Berikut ini adalah gejala yang mungkin muncul pada penderita serangan jantung.
  1. Sesak napas. 
  2. Sakit atau nyeri di bagian dada. 
  3. Merasa lemah dan pusing. 
  4. Sangat gelisah atau cemas. 
Untuk menentukan apakah seseorang mengalami serangan jantung, biasanya akan muncul kombinasi dari beberapa gejala. Kondisi ini tidak tergantung kepada keparahan sakit dada yang dirasakan. Sakit dada yang dirasakan belum tentu terjadi pada semua orang yang merasakan sakit jantung. Kadang-kadang rasa sakitnya ringan dan disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa. Sebaliknya, tidak semua sakit dada adalah akibat serangan jantung.

Gejala Serangan Jantung 
Serangan jantung adalah kondisi medis darurat yang harus ditangani secepatnya. Segera menuju ke rumah sakit terdekat jika Anda atau seseorang dicurigai mengalami serangan jantung. Gejala serangan jantung yang dapat terjadi adalah: 
  1. Sesak napas. 
  2. Sakit atau nyeri di bagian dada. Dada terasa tertekan, sempit, dan teremas pada bagian tengah. Rasa sakit ini biasanya sangat parah, tapi ada beberapa orang yang hanya merasakan sakit ringan. Kadang-kadang pada wanita, orang tua, dan penderita diabetes tidak merasakan sakit sama sekali. 
  3. Rasa sakit pada bagian tubuh lainnya. Mulai dari lengan terutama sebelah kiri, rahang, leher, punggung, dan juga perut. 
  4. Merasa mual, terjadi gangguan pencernaan, dan sakit perut. 
  5. Merasa lemah dan mudah pusing. 
  6. Gelisah atau cemas. 
  7. Batuk. 
  8. Berkeringat. 
Semua gejala yang disebutkan di atas belum tentu dialami oleh semua penderita serangan jantung. Bahkan ada sebagian orang yang tidak mengalami gejala sama sekali dan sebagian lainnya langsung mengalami henti jantung. Tapi makin banyak gejala yang Anda rasakan, kemungkinan Anda akan mengalami serangan jantung bertambah. 
Biasanya sebelum mengalami serangan jantung akan muncul beberapa tanda dan gejala awal, meski serangan jantung juga bisa muncul secara tiba-tiba. Gejala awal biasanya berupa sakit pada bagian dada atau angina. Kondisi ini dipicu oleh kelelahan saat bekerja dan reda dengan beristirahat. Angina sendiri terjadi karena pasokan darah menuju jantung berkurang. 
Gejala angina mirip dengan serangan jantung, tapi akan menghilang setelah beberapa saat. Kenalilah perbedaan serangan angina dan serangan jantung. 
Angina biasanya bisa dikendalikan dengan memakai obat-obatan. Dokter akan meresepkan obat untuk dikonsumsi ketika gejala meningkat. Jika kondisi tidak membaik setelah dosis pertama diberikan, minum dosis kedua pada lima menit setelahnya. Jika perlu, minum dosis ketiga lima menit setelah dosis kedua. Tapi jika setelah dosis ketiga masih tidak bisa meredakan gejala yang muncul, segera ke rumah sakit terdekat. 
Jika Anda merasa diri sendiri atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala-gejala serangan jantung, sebaiknya segera ke rumah sakit terdekat untuk mencari bantuan medis. Jika memang tidak terjadi serangan jantung, lebih baik untuk memastikan kondisi kesehatan Anda daripada terlambat menerima pertolongan.

Gejala Lain yang Muncul Akibat Serangan Jantung 
Henti jantung bisa terjadi akibat komplikasi serangan jantung. Henti jantung terjadi ketika jantung mengalami kekejangan yang akhirnya mengakibatkan berhenti berdetak. Beberapa gejala yang muncul pada penderita henti jantung adalah pasien tidak bergerak, tidak bernapas, dan tidak bereaksi ketika diajak berkomunikasi atau bereaksi kepada sentuhan. 
Apabila terjadi henti jantung pada seorang pasien, pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru (RJP). 
Cara melakukan RJP adalah dengan meletakkan tumit tangan Anda pada tulang dada tepat pada bagian tengah dada. Letakkan tangan yang satu lagi di atasnya dan kaitkan jari-jari kedua tangan. Gunakan berat tubuh untuk menekan dada sedalam 5-6 cm. Ulangi teknik ini hingga ambulans tiba di lokasi.

Penyebab Serangan Jantung 
Serangan jantung terjadi karena pasokan darah ke jantung terganggu. Jantung membutuhkan pasokan darah konstan yang mengandung oksigen, sama halnya dengan organ dan jaringan lain di dalam tubuh. Jika jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, otot-otot jantung akan rusak dan akhirnya bisa mati. 
Otot jantung bisa mengalami kerusakan yang tidak bisa dipulihkan kembali apabila tidak segera diobati. Jantung akan berhenti berdetak jika kerusakan terjadi pada sebagian besar jantung, ini dikenal dengan istilah henti jantung. Pada akhirnya, kondisi ini akan menyebabkan kematian. 
Kondisi utama yang sering menyebabkan serangan jantung adalah penyakit jantung koroner. Ini adalah kondisi di mana pembuluh koroner tersumbat oleh penumpukan kolesterol (plak). Setelah beberapa waktu, plak akan mengalami keretakan. Hasilnya, terjadi penggumpalan darah pada plak yang retak itu. Aliran pasokan darah yang melewati pembuluh koroner menuju jantung akan terhalang oleh penggumpalan ini dan akhirnya menyebabkan serangan jantung. 
Selain penyakit jantung koroner, berikut adalah penyebab lain untuk serangan jantung: 
  1. Penyalahgunaan obat-obatan. Obat-obatan stimulan saraf seperti Kokain, Amphetamine (Shabu), dan Methamphetamine (Ekstasi) bisa menyebabkan penyempitan pembuluh koroner, menghambat pasokan darah, serta memicu terjadinya serangan jantung. Serangan jantung yang terjadi pada pemakai Kokain menjadi penyebab utama kematian pada usia muda. 
  2. Aneurisma. Ini adalah kondisi ketika terdapat kelemahan pada dinding pembuluh darah. Dinding pembuluh darah yang melemah akhirnya tidak akan bisa menahan tekanan dari darah yang mengalir melewatinya. Akibatnya pembuluh darah akan mengalami keretakan. Jika aneurisma terjadi di pembuluh koroner, maka aliran darah berhenti dan serangan jantung terjadi. 
  3. Hipoksia atau kekurangan oksigen di dalam darah. Kadar oksigen dalam darah bisa menurun karena keracunan karbonmonoksida atau fungsi paru yang rusak. Sebagai akibatnya, tubuh dialiri darah yang tidak mengandung oksigen dan akhirnya memicu terjadinya serangan jantung.
Faktor Risiko 
Terdapat beberapa faktor risiko yang berkontribusi dalam menyebabkan terjadinya penimbunan lemak dan akhirnya mempersempit pembuluh darah. Beberapa faktor yang disebutkan di bawah ini dapat ditangani atau dihilangkan untuk menghindari terjadinya serangan jantung. 
  1. Usia dan jenis kelamin. Makin bertambah usia seseorang, kemungkinan menderita penyakit jantung koroner juga meningkat. Pria lebih cenderung terserang penyakit jantung koroner dibandingkan wanita. 
  2. Merokok. Karbonmonoksida dan nikotin pada rokok dapat meningkatkan tekanan pada jantung dengan membuat jantung bekerja lebih cepat. Rokok juga dapat menyebabkan terjadinya penggumpalan darah. Bahan kimia dalam rokok bisa merusak lapisan pembuluh koroner. Orang yang merokok berisiko lebih tinggi 24 persen untuk mengalami penyakit jantung. 
  3. Minuman keras. Mengonsumsi minuman keras secara berlebih bisa menyebabkan hipertensi dan kadar kolesterol bertambah. Akibatnya risiko terkena penyakit jantung koroner juga meningkat. Orang yang suka mengonsumsi minuman keras cenderung menjalani gaya hidup yang lebih buruk, misalnya merokok, makan makanan berlemak, dan kurang berolahraga. 
  4. Makanan. Makanan yang banyak mengandung lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, risiko menderita penyakit jantung koroner dan serangan jantung juga akan meningkat. Untuk menurunkan kadar kolesterol, Anda bisa mengubah pola makan dan mengonsumsi obat statin. 
  5. Diabetes. Pada diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 yang tidak terkendali, kadar glukosa dalam darah yang tinggi merusak dinding pembuluh koroner. Penderita diabetes lebih rentan terkena penyakit jantung koroner. 
  6. Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Pembuluh koroner akan menjadi lemah jika hipertensi tidak ditangani. 
  7. Obesitas atau kelebihan berat badan. Kondisi ini tidak secara langsung meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner atau serangan jantung. Tapi kondisi ini bisa menjadi pemicu munculnya faktor risiko lain. Orang dengan berat badan lebih cenderung mengalami hipertensi, makan makanan berlemak, dan berisiko terkena diabetes. 
  8. Olahraga. Kurang berolahraga bisa berakibat pada obesitas dan hipertensi. 
  9. Riwayat kesehatan keluarga. Jika terdapat anggota keluarga dekat, terutama orang tua dan saudara kandung yang memiliki riwayat penyakit jantung, risiko Anda mengalaminya akan dua kali lipat lebih tinggi. 
  10. Polusi udara. Berdasarkan penelitian, pajanan terhadap polusi udara terutama asap kendaraan, bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner. 
  11. Memiliki masalah dengan penyakit autoimun. Penyakit seperti artritis, lupus, dan penyakit autoimun lain bisa meningkatkan risiko mengalami serangan jantung. 
  12. Riwayat preeklamsia saat hamil. Wanita yang mengalami preeklamsia atau tekanan darah tinggi saat hamil lebih berisiko mengalami serangan jantung.
Diagnosis Serangan Jantung 
Jika terjadi serangan jantung atau Anda mencurigai telah terjadi serangan jantung, pada siapa pun, segera ke rumah sakit terdekat. Dokter dapat memastikan diagnosis dan melakukan pengobatan secepatnya. 
  1. EKG atau Elektrokardiografi. Alat ini berfungsi mengukur aktivitas elektrik jantung. Jantung mengeluarkan sinyal elektrik saat berdetak, sinyal inilah yang dicatat oleh mesin EKG. Dokter akan memeriksa hasil catatan mesin untuk melihat fungsi jantung. Selain memastikan diagnosis serangan jantung, prosedur ini juga bisa menentukan jenis serangan jantung yang diderita. 
  2. Tes darah. Ketika jaringan jantung rusak atau terluka, ada beberapa enzim jantung yang bocor dan masuk ke dalam aliran darah. Sampel darah akan diambil untuk melihat apakah terdapat enzim ini di dalam darah Anda. Tes ini juga dapat membantu menentukan bagaimana respons terhadap pengobatan yang dilakukan. 
  3. X-rayrongga dada. Apabila diagnosis serangan jantung belum bisa dipastikan dan terdapat kemungkinan penyebab lain yang menimbulkan gejala yang muncul, X-ray pada bagian dada dapat membantu memperjelasnya. X-ray ini juga bisa memeriksa jika terjadi komplikasi dari serangan jantung, seperti penumpukan cairan di dalam paru-paru atau edema paru. 
  4. Ekokardiogram. Ini adalah jenis prosedur pemindaian ultrasound untuk mengetahui lokasi kerusakan pada jantung dan pengaruhnya pada fungsi jantung. 
  5. Angiografi koroner atau kateterisasi jantung. Teknik ini berguna untuk menentukan apakah terdapat penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh koroner. Prosedur ini juga bisa menentukan di mana lokasi penyumbatan dan penyempitan terjadi. Angiografi koroner biasanya dilakukan sebelum operasi karena hasilnya bisa dipakai sebagai acuan bagi dokter bedah. 
  6. Kardio CT scan atau MRI. Kedua tes ini bisa dilakukan untuk mendiagnosis masalah jantung. Selain itu, tes ini bisa melihat kerusakan yang dihasilkan akibat serangan jantung.
Pengobatan Serangan Jantung 
Setelah mengalami serangan jantung, pada tiap menitnya makin banyak jaringan jantung yang kehilangan oksigen dan akhirnya membusuk atau mati. Langkah untuk mencegah berlanjutnya kerusakan jantung ini adalah dengan mengembalikan aliran darah secepatnya.

Obat-Obatan Yang Digunakan 
Berikut ini adalah obat-obatan yang akan diberikan untuk menangani serangan jantung. 
  1. Aspirin. Obat ini berguna untuk mengurangi penggumpalan darah. Sebagai efeknya, aliran darah tetap mengalir melalui pembuluh yang sudah mengalami penyempitan. 
  2. Obat penghambat enzim konversi angiotensin (ACE inhibitor). Obat ini berfungsi memperlebar pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah sehingga mengurangi beban jantung. 
  3. Thrombolytics. Obat ini membantu melarutkan gumpalan darah yang menghalangi aliran darah menuju ke jantung. Makin cepat pasien mendapatkan obat ini setelah serangan jantung, kemungkinan untuk bertahan hidup akan meningkat, serta kerusakan jaringan jantung lebih sedikit. 
  4. Obat antiplatelet. Obat ini berfungsi mencegah pembentukan gumpalan darah dan menjaga agar gumpalan yang sudah terjadi tidak bertambah besar. 
  5. Nitroglycerin. Obat ini berfungsi meningkatkan aliran darah ke jantung dengan melebarkan pembuluh darah. 
  6. Obat pengencer darah seperti heparin juga biasanya diberikan untuk mencegah penggumpalan darah terjadi lagi. 
  7. Obat penghambat beta (Beta blockers). Obat ini berfungsi memperlambat detak jantung dan melindungi jantung dari adrenalin dan noradrenalin di dalam tubuh. Obat ini biasanya diberikan ketika jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik. 
  8. Obat penghilang rasa sakit (morfin). Obat ini mungkin akan diberikan untuk meredakan rasa sakit, kecemasan, atau ketidaknyamanan yang dirasakan pasien.
Operasi dan Prosedur Penanganan Serangan Jantung 
Berikut ini adalah prosedur operasi yang mungkin perlu dilakukan untuk menindaklanjuti serangan jantung yang telah terjadi. 
  1. Angioplasti koroner. Kateter atau pipa kecil dengan balon pada ujungnya dimasukkan ke dalam pembuluh darah besar di pangkal paha atau lengan. Balon akan diarahkan ke bagian pembuluh yang menyempit. Setelah berada di pembuluh itu, balon dikembungkan untuk membuka pembuluh darah dan juga menghancurkan plak. 
  2. Operasi bypass jantung atau coronary artery bypass graft (CABG). Operasi ini dilakukan ketika terjadi banyak penyumbatan pembuluh koroner. Aliran darah ke jantung akan dibuatkan jalur baru. CABG melibatkan pengambilan pembuluh darah dari bagian lain tubuh, biasanya diambil dari dada atau kaki, untuk digunakan sebagai cabang baru. 
  3. Transplantasi jantung. Ini adalah prosedur penggantian jantung pasien yang sudah mati dengan jantung donor yang masih sehat. Donor berasal dari orang yang sudah meninggal dan mendapat persetujuan dari keluarga mendiang untuk mendonorkan organnya. 
Pemulihan Setelah Mengalami Serangan Jantung 
Jika Anda bertahan setelah mengalami serangan jantung, masa pemulihan yang dibutuhkan bisa berlangsung berbulan-bulan. Pemulihan ini harus dilakukan secara perlahan-lahan. 
Tujuan utama dari proses pemulihan ini adalah mengembalikan kebugaran fisik untuk bisa melanjutkan aktivitas sehari-hari (rehabilitasi jantung) dan mengurangi risiko terjadinya pengulangan serangan jantung. 
Pasien penderita serangan jantung akan disarankan melakukan aktivitas ringan atau beristirahat sepulang dari rumah sakit. Kegiatan seperti berjalan kaki jarak pendek dan naik-turun tangga beberapa kali bisa dilakukan. Secara perlahan-lahan, tingkatkan aktivitas fisik selama beberapa minggu. Pemulihan hingga ke kondisi awal tergantung kepada kesehatan pasien secara umum dan juga kondisi jantung. 
Untuk mengetahui program rehabilitasi jantung, Anda bisa mencari tahu dan menanyakan langsung ke rumah sakit di daerah Anda. Program ini biasanya dilakukan satu hingga dua bulan setelah keluar dari rumah sakit. 
Program rehabilitasi jantung ini biasanya disertai beberapa jenis olahraga tergantung kepada pilihan yang diambil dan dilakukan satu atau dua kali dalam seminggu. Sering kali berkaitan dengan olahraga aerobik. Olahraga ini bertujuan menguatkan jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi darah pada tubuh. 
Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menjalani pemulihan dari serangan jantung. 
  1. Aktivitas seksual. Kegiatan ini biasanya bisa dilakukan satu hingga dua bulan setelah mengalami serangan jantung. Aktivitas ini tidak meningkatkan risiko pengulangan serangan jantung, tapi beberapa obat-obatan serangan jantung dan tingkat kecemasan emosi seseorang bisa memengaruhi kemampuan seksual. Tanyakan kepada dokter jika Anda mengalaminya dan beberapa obat-obatan bisa diresepkan untuk mengatasinya. 
  2. Depresi. Kecemasan, ketakutan, dan trauma adalah hal-hal yang wajar dirasakan setelah mengalami serangan jantung. Akibatnya perasaan depresi dan terus bersedih dapat menghantui pasien selama beberapa minggu setelah keluar dari rumah sakit. Segera tanyakan kepada dokter cara mengatasinya, kondisi emosional seseorang juga berpengaruh dalam proses pemulihan. 
  3. Kembali bekerja. Jenis pekerjaan dan kondisi kesehatan sangat berpengaruh untuk menentukan apakah dan kapan Anda bisa kembali bekerja setelah mengalami serangan jantung. Tanyakan dan jelaskan kepada dokter mengenai jenis pekerjaan Anda dan kondisi medis secara keseluruhan sebelum Anda memutuskan kembali bekerja. 
  4. Mengemudikan kendaraan bermotor atau mesin. Sebelum mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin, disarankan untuk beristirahat selama satu bulan setelah mengalami serangan jantung. 
Komplikasi Serangan Jantung 
Serangan jantung bisa menyebabkan komplikasi yang beragam, mulai dari yang ringan hingga yang bisa menyebabkan kematian. Serangan jantung ringan tidak akan menimbulkan komplikasi, meski kondisi ini juga berbahaya. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi pada penderita serangan jantung.

Gagal jantung 
Kondisi ini terjadi ketika jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh. Gagal jantung terjadi ketika otot jantung rusak akibat serangan jantung. Kondisi ini biasanya menimpa jantung bagian kiri atau ventrikel kiri. Gejala-gejala yang muncul, antara lain sesak napas, kelelahan, dan pembengkakan pada lengan dan kaki. Obat-obatan bisa diberikan untuk menanganinya atau jika diperlukan akan dilakukan operasi.

Aritmia 
Yaitu kondisi ketika detak jantung menjadi tidak normal akibat dari kerusakan otot jantung. Kerusakan otot inilah yang mengganggu sinyal listrik yang mengalir saat jantung berdetak. 
Berikut ini adalah beberapa gejala aritmia yang sering terjadi: 
  1. Sakit atau nyeri di dada. 
  2. Palpitasi atau sensasi jantung berdegup kencang pada bagian jantung atau tenggorokan. 
  3. Merasakan pusing dan kepala terasa ringan. 
  4. Merasa kehabisan napas dan kelelahan. 
Untuk menangani aritmia ringan, obat-obatan seperti penghambat beta atau beta blockers bisa diberikan kepada pasien. Untuk kasus yang lebih parah, alat pemacu jantung akan dipasang dengan operasi.

Syok kardiogenik 
Kondisi ketika otot jantung rusak parah dan tidak bisa lagi memasok darah ke tubuh dengan baik. Hal ini menyebabkan fungsi tubuh tidak berjalan dengan baik. Kondisi ini mirip dengan gagal jantung, tapi lebih berbahaya. Gejala yang biasanya muncul ketika terjadi syok kardiogenik antara lain: 
  1. Kebingungan secara mental. 
  2. Jumlah urin yang dikeluarkan menurun atau bahkan tidak ada karena ginjal berhenti berfungsi. 
  3. Kulit pucat. 
  4. Detak jantung dan napas cepat. 
  5. Tangan dan kaki terasa dingin. 
Obat-obatan pengencer darah bisa digunakan untuk mengatas kondisi ini agar darah menjadi lebih mudah dipompa. Setelah gejala awal yang muncul selesai ditangani, terdapat kemungkinan untuk dioperasi demi meningkatkan fungsi jantung yang sudah mengalami gangguan. Tanyakan kepada dokter mengenai prosedur operasi yang bisa dilakukan, beserta risiko dan manfaatnya.

Ruptur/pecah jantung 
Kondisi ketika otot, dinding, atau katup jantung terbelah. Hal ini bisa terjadi jika kerusakan pada otot jantung cukup parah. Jantung ruptur dapat terjadi sekitar satu hingga lima hari setelah serangan jantung terjadi. Jantung ruptur adalah komplikasi yang cukup umum dari serangan jantung dengan gejala yang mirip dengan syok kardiogenik. 
Untuk menangani kondisi ini, diperlukan operasi pembukaan jantung untuk memperbaiki jaringan atau otot jantung yang rusak. Kemungkinan seseorang bertahan hidup setelah mengalami jantung ruptur tidak bagus. Sekitar 50 persen orang yang mengalami kondisi ini akan meninggal dalam kurun waktu lima hari setelah jantung ruptur terlihat.

Pencegahan Serangan Jantung 
Serangan jantung dapat dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup dan mengobati kondisi kesehatan yang ada seperti diabetes dan hipertensi. Cara-cara pencegahan serangan jantung juga mengurangi risiko stroke. Terdapat banyak bentuk perubahan pada gaya hidup yang bisa dilakukan semua orang. 
Memilih makanan yang sehat bisa dianggap sebagai cara terbaik. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak yang tinggi dapat memperparah atau meningkatkan risiko serangan jantung. Lemak dari makanan akan membentuk plak di pembuluh darah sehingga menghalangi aliran darah. 
Segera hentikan kebiasaan rokok. Merokok adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan meningkatkan tekanan darah. Selain itu, merokok juga menyebabkan aterosklerosis atau penumpukan lemak pada pembuluh darah. 
Senantiasa berupaya menjaga tekanan darah adalah langkah tepat selanjutnya. Hipertensi atau tekanan darah tinggi akan memberikan beban yang berat pada pembuluh darah dan jantung. Hal ini meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Hipertensi bisa dikurangi dengan menjalani diet makanan sehat, membatasi konsumsi minuman keras dan garam, menjaga berat badan tetap ideal, olahraga secara teratur dan konsumsi obat anti-hipertensi.. 
Yang terakhir adalah hindari mengonsumsi pil KB jika Anda pernah mengalami serangan jantung. Obat ini bisa meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah.
Baca selengkapnya